-------------------------------------------

Minat menjadi Agen? Daftar di sini.

Suplemen Klorofil

Setiap orang diharuskan selalu mengkonsumsi makanan dan minuman yang sehat dan bergizi, seperti sayur, buah dan susu. Namun sayang, akibat perubahan gaya hidup modern, kebiasaan makan yang buruk dan beberapa faktor lingkungan rnenyebabkan asupan makanan bergizi jauh dari tercukupi.
Konsumsi makanan yang, buruk umum terjadi pada masyarakat dengan kesibukan tinggi sehingga lebih menyukai makanan dan minuman instan karena lebih praktis dan mudah didapat.
Kebiasaan tersebut tentu berdampak buruk jika tidak diimbangi dengan asupan antioksidan.

A. Mengapa Harus Sayuran?

Sayuran adalah salah satu kebutuhan makanan yang sangat penting karena di dalamnya banyak terkandung zat-zat gizi dun nongizi yang diperlukan tubuh. Klorofil adalah salah satu zat nongizi yang ditemukan dalam semua tumbuhan yang berwarna hijau, termasuk dalam Sayuran dan buah-buahan. Perlu ditekankan, klorofil memang banyak terkandung dalam tumbuhan, rumput laut, mikroalga dan bakteria fotosintetik, khusunya banyak ditemukan pada tumbuhan lokal Indonesia seperti daun singkong, bayam, cincau, katuk, Spirulina, rumput laut dan lain-lain.

Keberadaan klorofil dalam makanan dapat menunjang kesehatan bagi siapa saja yang mengkonsumsinya. Seperti dikemukakan di bagian sebelumnya, klorofil memiliki banyak fungsi yang mendukung kesehatan. Perkembangan teknologi telah mencoba menciptakan klorofil dalam bentuk suplemen berupa kapsul maupun larutan. Sifat klorofil yang tidak larut dalam air mengharuskan adanya teknik khusus agar klorofil dapat larut dalam air untuk mempermudah distribusinya dalam tubuh.

Teknik yang digunakan adalah dengan mengganti atom pusat klorofil dari Mg menjadi Cu yang kemudian produknya disebut klorofilin. Dengan demikian, klorofil menjadi larut dalam air dan lemak Berta dapat dikonsumsi dalam bentuk larutan sehingga kesegarannya akan lebih terasa dan proses penyerapannya lebih cepat.

Kenyataan bahwa klorofil telah dikenal sebagai salah satu zat nongizi yang keberadaannya sangat dibutuhkan oleh tubuh serta semakin berkembangnya penelitian dan informasi mengenai fungsi-fungsi klorofil, telah mendorong banyak perusahaan perusahaan di luar negeri untuk memproduksi senyawa tersebut sebagai suplemen kesehatan dalam berbagai bentuk, seperti cairan, kapsul, tablet dan lain-lain. Realita ini harus disikapi dengan bijaksana terutama untuk suplemen klorofil yong disajikan dalam bentuk larutan mengingat klorofil bersifat tidak larut dalam air. Sifat klorofil tersebut memang agak mernpersulit produsen dalam memproduksi suplemen klorofil cair, sehingga mereka memakai teknik khusus yang kita belum yakin benar apakah teknik yang dipakai aman bagi konsumen.

B. Ciri-ciri Suplemen Klorofil

a. Berwarna hijau
Klorofil merupakan pigmen pemberi warna hijau pada tanaman, sehingga sering dimanfaatkan juga sebagai pewarna hijau. Warna hijau tersebut menjadi salah sate ciri atau sifat klorofil pada produk apapun.
b. Larut dalam air tanpa harus dikocok
Suplemen klorofil murni ditandai dengan kemampuan dengan dengan air tanpa harus dikocok. Apabila ditemukan instruksi “kocok dahulu” pada suatu kemasan suplemen klorofil cair, maka dapat dipastikan bahwa suplemen tersebut tidak murni klorofil atau masih merupakan campuran dengan senyawa lain. Kenyataan ini disebabkan karma ciri khas produk yang berupa campuran adalah produk tersebut harus dikocok atau diaduk sebelum dikonsumsi, misaInya jamu gendong.
c. Tidak mengendap
Untuk menguji kemurnian suatu suplemen klorofil juga dapat dilakukan dengan membiarkan produk tersebut di dalam gelas selama beberapa saat. Jika produk tersebut mengendap artinya produk tersebut bukan produk murni dan apabila didiamkan selama beberapa jam (sampai 24 jam) produk tersebut menjadi berbuih dan mengembang, maka produk tersebut sangat berbahaya.
d. Tidak berasa dan tidak beraroma
Suplemen klorofil murni juga tidak boleh memiliki rasa dan aroma, kecuali jika dalam komposisi suplemen tersebut memang sengaja ditambahkan suatu zat sebagai pemberi rasa atau aroma seperti mint atau lain-lain. Selain itu, juga tidak boleh menimbulkan rasa getir di lidah dan tidak boleh menimbulkan reaksi-reaksi pada indera pengecap.

C. Efek Samping Suplemen Klorofil
Setiap jenis “obat” pasti memiliki efek samping dan kelemahan, termasuk suplemen klorofil. Mengenai manfaat atau efek positif klorofil sudah tidak diragukan lagi kiliml memiliki banyak manfaat yang mendukung kesehatan seperti yang dikemukakan di bagian sebelumnya. Pada dasarnya suplemen klorofil tidak memiliki efek samping apabilll dikonsumsi dalam takaran standar sebab konsumsi klorofil yang mencukupi akan menghindarkan kita dari resiko kelebihan dosis klorofil. Dosis konsumsi klorofil hendaknya sesuai petunjuk pada kemasan (bergantung pada konsentrasi klorofil clan pengobatan yang diterapkan, umumnya 15 - 45 mg untuk kondisi normal dan 100 - 300 mg klorofil untuk pengobatan dalam 250 ml- air minum per hari).

Klorofil dalam bentuk bubuk harus dilarutkan dalam air, kemudian diminum. Meminum klorofil dengan jumlah air minum yang cukup akan mengoptimalkan fungsi klorofil sebagai pembersih, regenerator dan regulator. Untuk atlet olahraga, serta penderita diabetes, liver, anemia, clan malnutrisi, dosis boleti Iebih tinggi. Sebaliknya, dosis untuk anak-anak, jika tidak tertera poda kemasan, hendaknya separuh dari dosis orang dewasa. Apabila stamina sudah cukup fit, sebaiknya tidak berlebihan mengkonsumsi suplemen klorofil. Kelebihan dosis Akan menimbulkan rasa lesu / lelah serta diare ringan. Bioaktifitas klorofil menjadi hilang jika diminum bersama air panas dan jika klorofil disimpan di freezer.