Posts tagged: Klorofil

Klorofil: Si Darah Hijau, Alami, dan Menyehatkan

PENELITIAN mengenai klorofil telah dimulai sejak tahun 1915 yang dilakukan Richard W. dan Hans Fischer. Pada tahun 1930, keduanya meraih hadiah Nobel untuk penelitian tersebut. Hasil penelitian mereka telah membawa angin segar dalam dunia kesehatan manusia dewasa ini. Klorofil terbukti mampu mendetoksifikasi racun yang masuk ke dalam tubuh manusia, mulai lewat polusi udara hingga bahan pengawet makanan.

Survei menunjukkan, tingkat konsumsi sayuran seseorang berpengaruh besar terhadap usia hidupnya. Sebaliknya, semakin banyak seseorang mengonsumsi daging, susu, dan telor, semakin besar pula risiko terserang penyakit, khususnya jantung. Lebih parah lagi, usia hidup orang-orang tersebut lebih pendek ketimbang para perokok. Lalu, adakah jalan keluar mengatasi masalah ini, terutama untuk membendung arus modern yang ditandai dengan menjamurnya makanan cepat saji (fast food), yang secara diam-diam membentuk pola makan masyarakat yang kurang asupan sayur?

Kandungan gizi terbaik pada sayuran terdapat dalam apa yang kita kenal dengan zat hijau daun atau dalam istilah latin disebut dengan klorofil atau Chlorophyll. Klorofil adalah inti energi dari daun atau sayuran. Pasokan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh manusia lewat sayuran tersuplai oleh klorofil yang terdapat dalam sayuran tersebut. “Hal yang terpenting dalam memulihkan kembali kesehatan adalah dengan mengambil asupan klorofil (Chlorophyll) dalam jumlah seimbang dan terus-menerus setiap hari”, demikian kesimpulan yang dibuat oleh Dr. Ann Wigmore (Rebuild Your Healt, 1991). “Klorofil mengandung nutrisi yang dibutuhkan untuk menyeimbangkan tubuh manusia sehingga tubuh bisa dibersihkan dan diperbaiki untuk membangun tubuh yang sehat”, tambahnya.

Memang jika kita amati lebih lanjut dalam tingkatan struktur kimiawi, kita akan jumpai keunikan dari klorofil. Ternyata struktur dari klorofil memiliki kesamaan struktur dengan hemoglobin. Perbedaannya hanyalah terletak pada atom pusat dari molekul. Atom pusat klorofil adalah magnesium (Mg), sedangkan atom pusat hemoglobin adalah besi (Fe). Jika hemoglobin diidentikan sebagai darah merah manusia, klorofil dapat diidentikan sebagai darah hijau manusia. Karena kemiripan struktur inilah, klorofil adalah satu-satunya molekul di dunia ini yang secara alamiah dapat diterima oleh tubuh dan menjadi nutrisi vital bagi tubuh manusia.

Dalam proses metabolisme, energi bagi manusia datang dari sel-sel darah merah yang membawa oksigen ke dalam sel-sel tubuh. Hemoglobin merupakan molekul dalam sel darah merah yang membawa oksigen. Adapun klorofil adalah pembentuk sel darah merah yang paling cepat di dalam tubuh manusia. Dengan mengonsumsi klorofil, jumlah sel darah dapat meningkat sangat cepat sehingga pasokan energi dalam tubuh dapat terus-menerus terjamin karena klorofil merupakan satu-satunya molekul yang dapat diterima oleh tubuh karena kesamaannya dengan hemoglobin sehingga potensial dalam meningkatkan ketahanan tubuh manusia.

Penggunaan klorofil bagi tubuh manusia dapat membantu dalam hal (1) meningkatkan jumlah sel-sel darah, khususnya meningkatkan produksi hemoglobin dalam darah, (2) mengatasi anemia, (3) membersihkan jaringan tubuh, (4) membersihkan hati dan membantu fungsi hati, (5) meningkatkan daya tahan tubuh terhadap senyawa asing (virus, bakteri, parasit), (6) memperkuat sel, dan (7) melindungi DNA terhadap kerusakan. Klorofil bermanfaat sebagai desinfektan dan antibiotik dalam perang dunia, sebelum morfin ditemukan. Sampai hari ini pun masih digunakan untuk program pembersihan kotoran. Klorofil membersihkan jaringan-jaringan tubuh yang sakit dan membuang keluar dari tubuh, beserta bakteri dan parasit yang ada dalam jaringan yang sakit terbut.

Klorofil mengeluarkan racun-racun kimia sintesis macam borak dan formalin. Kerjanya seperti memandikan bagian dalam tubuh kita. Molekul klorofil mempunyai ekor hydrophobic yang masuk ke dalam hidrokarbon dinding-dinding sel tubuh dan menarik keluar dari dinding sel tesebut, seperti sabun melepaskan minyak dari tangan kita. Golongan hidrokarbon adalah pestisida, narkotika, perasa makanan, dan lain-lain yang dibuat di laboratorium dari bahan minyak bumi. Hati kita berfungsi membongkar sintesis kimia tesebut dan mengeluarkannya dari dalam aliran darah kita. Oleh karena itu, klorofil membantu kerja hati kita sehingga hati kita tak kerja terlalu berat.

Klorofil merupakan sumber energi, energi terbentuk dari rantai oksigen dan glukosa (polisakarida) yang ada dalam daun hijau yang segar. Daun layu (terutama akibat pengolahan/pemasakan) akan mengandung lebih banyak karbon monoksida ketimbang oksigen. Energi terbentuk dari tambahan sel-sel darah merah untuk membawa lebih banyak oksigen ke dalam sel-sel tubuh kita. Klorofil adalah pembuat sel-sel darah merah tercepat. Jumlah sel darah terhitung akan meningkat dalam jangka waktu singkat dengan mengonsumsi klorofil. Hemoglobin adalah molekol dalam sel darah yang mengangkut oksigen, di mana struktur kimianya hampir mirip dengan klorofil. Hal inilah yang menyebabkan klorofil mudah dikonversi oleh enzim-enzim dalam tubuh menjadi hemoglobin.

Ekstrak klorofil cair

Makan makanan yang berasal dari hewan memang memperlemah sistem kekebalan tubuh karena mengandung molekul-molekul protein yang tak tercerna dalam jumlah banyak yang masuk dari usus ke dalam aliran darah kita. Darah putih akan menyerang mereka karena dianggap asing bagi tubuh. Mengonsumsi klorofil merupakan tindakan baik dalam upaya meningkatkan pertahanan tubuh sehingga memungkinkan kita melawan benda asing yang masuk ke dalam tubuh.

Sumber-sumber klorofil didapat dengan mengonsumsi secara rutin sayuran hijau yang kaya klorofil setiap hari, salah satunya daun katuk yang merupakan tumbuhan lokal Indonesia yang kaya akan klorofil. Bisa juga ekstrak klorofil dari dari daun alfafa.

Dengan teknologi tinggi, pengekstrakan dapat dilakukan sebelum terjadi penurunan mutu dan fungsi utamanya, yaitu dengan menambahkan atom magnesium di dalam molekul bersama atom Copper dan atom-atom sodium sehingga molekul chlorophyll bisa larut dalam air dan menjadi stabil. Kini tersedia liquid chlorophyll yang telah terkemas dan bisa langsung diminum, terbuat dari ekstrak klorofil daun alfala. Selamat mencoba!

Dadang Gusyana, S.Si., Information Officers, Indonesian Biotechnology Information Centre (IndoBIC) ***

Sumber : pikiran-rakyat.com

Incoming search terms for the article:

Serdadu dari Balik Daun

Orang boleh memandang sebelah mata atau mengecap cincau sebagai minuman kelas 2. Padahal, kandungan klorofil minuman itu paling tinggi: 1.708,8 mg per kg. Klorofil pembersih racun dan lemak tubuh, biang kerok beragam penyakit maut.

Cincau Premna oblongifolia kaya klorofil? Begitulah hasil riset Prof Dr Clara M Kusharto MSc dan tim dari Departemen Gizi Masyarakat Institut Pertanian Bogor. Riset pada akhir 2008 itu membuktikan klorofil cincau paling tinggi di antara 3 daun lain: katuk (1.509 mg), murbei (844,2 gram), dan pegagan (831,35 mg).

Klorofil merupakan molekul pembentuk pigmen hijau pada tumbuhan, alga, dan bakteri. Molekul itu menangkap cahaya dan melepaskan elektron untuk membentuk gula serta oksigen dalam proses fotosintesis. Ketika kita mengkonsumsi sayuran hijau, klorofil pun ikut serta. Di dalam tubuh, klorofil dengan mudah masuk ke aliran darah. Sebab, struktur molekul klorofil-seperti ditemukan Richard Martin Willsatter, ahli kimia Jerman, pada 1915-sama persis dengan hemoglobin.

Bedanya inti atom molekul pada klorofil berupa magnesium; pada hemoglobin, besi. Struktur molekul klorofil itu berkhasiat sebagai antioksidan karena memiliki elektron bebas dari atom nitrogen. Klorofil berbaik hati menyumbangkan elektron bebas kepada radikal bebas. Pada prinsipnya radikal bebas adalah molekul yang kekurangan elektron. Karena sudah memperoleh elektron pemberian klorofil, maka radikal bebas tak mengambil dari sel tubuh manusia.

Jika radikal bebas mengambil elektron dari sel manusia menyebabkan perubahan struktur DNA. Dampaknya muncul sel-sel mutan yang akhirnya memicu kanker. Jenis kanker yang muncul tergantung dari jenis sel yang diambil oleh radikal bebas. Jika yang diambil sel hati, muncullah kanker hati.

Antibiotik

Secara alami tubuh manusia menghasilkan antioksidan seperti glutathione. Celakanya, jumlah radikal bebas dari polusi udara, asap rokok, dan makanan berbahan kimia sintetis masuk ke dalam tubuh berlebihan. Dampaknya antioksidan alami tak cukup menetralisir. Itulah sebabnya kita perlu konsumsi vitamin C atau senyawa antioksidan seperti klorofil.

Klorofil tak hanya mumpuni melumpuhkan radikal bebas, tetapi juga piawai sebagai antibiotik. Menurut Leenawati Limantara MSc PhD-pakar klorofil dari Universitas Ma Chung, Malang-ekor molekul klorofil bersifat hidrofobik alias takut air sehingga rajin mengangkat zat pencemar dari dinding sel. Pencemar itu bisa berupa bakteri, virus, parasit, atau senyawa hidrokarbon asal pestisida, pewarna makanan, dan obat-obatan. ‘Agar fungsi klorofil lebih maksimal, konsumsi air yang cukup akan melancarkan pembuangan kotoran yang sudah diikat oleh klorofil,’ kata dr Roy Indrasoemantri, dokter di Jakarta.

Kepiawaiannya sebagai antibiotik tak hanya di dalam tubuh, klorofil pun manjur sebagai desinfektan untuk mengobati infeksi luka luar. Dalam The American Journal of Surgery 1940, Benjamin Cruskin M D merekomendasikan klorofil untuk mencegah dan menyembuhkan beragam infeksi dan luka.

Sederet peran klorofil itulah yang membuat tubuh manusia selalu membutuhkan kehadirannya. Konsumsi sayuran berwarna hijau seperti bayam, sawi, brokoli, kangkung, asparagus, atau buncis merupakan cara gampang memperoleh klorofil. ‘Dari sayuran, selain klorofil dan vitamin, serat pun dapat melancarkan pencernaan dan detoksifikasi,’ kata dr Ken A Tengadi MARS, AIFM, konsultan kesehatan di Jakarta.

Namun, kesibukan seringkali membuat banyak orang tak sempat mengkonsumsi sayuran. Data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) pada 2004 menyebutkan 60,4% penduduk Indonesia kurang konsumsi buah dan sayur.

Instan

Minimnya konsumsi buah dan sayuran kaya klorofil ‘dimanfaatkan’ oleh para produsen untuk menyediakan klorofil instan. Konsumen tinggal mencampurkan cairan klorofil dengan segelas air lalu menelannya. Cara itu selain praktis juga efisien karena molekul klorofil tak rusak akibat pemanasan. ‘Klorofil pada sayuran yang diolah dengan cara pemanasan akan rusak fungsinya, sulit terserap tubuh, bahkan sebagian hilang,’ kata Clara.

Kelebihan lain, suplemen klorofil biasanya sudah dimodifikasi sehingga lebih tahan asam. ‘Molekul klorofil alami tak tahan asam. Pada tingkat keasaman 5, warna berubah cokelat. Padahal, pH atau keasaman lambung kita hanya 2 sehingga perlu klorofil modifikasi,’ kata Drs Nurdin Rahman MSi, anggota tim periset ekstrak klorofil Institut Pertanian Bogor. Nurdin memodifikasi klorofil daun cincau hijau. Ia mengganti inti atom magnesium dengan tembaga. Hasilnya klorofil dengan kadar tembaga 250 mg/kg stabil pada pH 2. Tembaga dipilih lantaran lebih stabil dan tidak beracun bagi tubuh pada kadar kurang dari 10 mg per kg bobot tubuh. Modifikasi sama juga dilakukan Leenawaty untuk membuat produk klorofil stabil.

Klorofil instan itu dirintis oleh Charles F Schnabel, ahli kimia pertanian dari Amerika Serikat, pada 1930. Ia memberikan rumput gandum Triticum aestivum pada ayam sekarat. Hasilnya ayam sehat kembali bahkan bertelor lebih banyak dari ayam normal. Penelitian terus dikembangkan sampai akhirnya pada 1940 hadir bentuk instan tanaman yang mengandung 70% klorofil itu dalam kemasan kaleng sebagai suplemen kesehatan.

Sekarang klorofil salah satu suplemen kesehatan yang banyak diperdagangkan. Di Indonesia terdapat beragam produk yang mengandung klorofil. Beberapa di antaranya Chloromint dan Chlorocure produksi PT Nutrend International, K-liquid Chlorophyll (K-Link), dan Synergy Liquid Chlorophyll (Synergy Worldwide).

Dua perusahaan yang disebut terakhir memanfaatkan alfalfa Medicago sativa sebagai sumber klorofil. Alfalfa kaya klorofil, kalsium, protein, vitamin A, vitamin B, vitamin D, dan vitamin K. ‘Fungsi utama alfalfa adalah sumber klorofil untuk pembersih racun, penyeimbang nutrisi, dan pemulihan pada orang sakit,’ kata Fatma Dwi Amartani SSi, manajer produk K-Link. Synergy liquid chlorophyll merupakan isolat klorofil murni dari alfalfa yang telah dimodifikasi menjadi chlorophylin sehingga lebih stabiil. ‘Mint sebagai perasa sekaligus mengurangi gangguan asam lambung,’ kata dr Roy.

Nutrend mengkombinasikan klorofil dengan rimpang kunyit dalam Chlorocure serta klorofil dan mint (Chloromint). ‘Penambahan mint sebagai perasa, antibiotik dan melancarkan pernapasan. Sedangkan kunyit untuk mencegah dan mengobati infeksi,’ kata Ir Dwi Astuti, manajer pemasaran PT Nutrend International.

‘Namun, dengan minum klorofil instan bukan berarti tak perlu makan sayuran. Sebab, dari sayuran kita memenuhi kebutuhan serat untuk memperlancar pencernaan dan detoksifikasi,’ kata dr Ken. Biarkan klorofil dalam sayuran dan klorofil instan bahu-membahu membersihkan tubuh dari racun dan radikal bebas. (Nesia Artdiyasa)

Sumber : Trubus Majalah Pertanian Indonesia

Incoming search terms for the article:

Klorofil, Obat Alami

KLOROFIL (chlorophyll), begitulah orang menyebut zat hijau daun yang berfungsi untuk proses fotosintesis atau proses penggunaan energi matahari untuk menghasilkan oksigen dan karbohidrat pada tumbuh-tumbuhan.

Berdasarkan hasil penelitian laboratorium, klorofil dapat juga bermanfaat untuk manusia setelah berada di dalam jaringan tubuh. Menurut salah seorang pakar klorofil dunia yang dimiliki Indonesia, Dr Leenawaty Limantara MSc, klorofil memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki bahan alami lainnya. Zat tersebut memiliki kesamaan struktural dengan sel darah merah manusia. ”Karena itu klorofil mudah diserap secara sempurna oleh tubuh,” ujar dia.

Leenawaty yang juga dosen Fakultas Sains dan Matematika serta Dosen Pascasarjana Magister Biologi UKSW Salatiga itu mengungkapkan, secara garis besar klorofil di dalam tubuh berfungsi sebagai zat pembersih, pembentuk sel
darah merah, membantu sistem imunitas tubuh, pemberi energi, penguat dan penenang otak alamiah.

Berkaitan dengan fungsi tersebut, klorofil sangat bermanfaat untuk mengatasi beberapa jenis penyakit, seperti kanker, jantung, asma, dan diabetes.

Dosen yang pernah menempuh pendidikan di Kwansei Gakuin Universitiy di Jepang ini mengungkapkan, klorofil juga efektif mengobati dan meredakan kondisi-kondisi peradangan seperti arthritis, jerawat, radang tenggorokan, radang pankreas, radang gusi, dan iritasi lambung/usus. Zat itu juga mampu meningkatkan daya tahan tubuh dan mencegah anemia.

Meskipun pembentukan klorofil di dalam tumbuhan masih menjadi misteri alam, zat tersebut dipercaya memiliki khasiat yang tidak dipunyai zat lainnya. Berbagai penelitian yang dilakukan juga membuktikan, mereka yang lebih banyak mengonsumsi makanan yang tinggi kandungan klorofilnya, bakal memiliki kualitas kesehatan lebih baik.

Dedikasi yang ditunjukkan Leenawaty Limantara dalam bidang penelitian tentang klorofil dan pengembangannya bagi kesehatan tubuh manusia, membuat dirinya menjadi salah satu pakar klorofil dunia.

Tidak hanya itu, dia juga sebagai dosen berprestasi terbaik tingkat Jateng dan terbaik kedua tingkat nasional.

Sebelumnya pada 1913, ahli kimia Jerman Dr Richard Willstatter berhasil mengidentifikasikan fungsi klorofil. Dia juga menjelaskan, molekul zat itu memiliki kesamaan dengan struktur hemoglobin dan pigmen merah dalam darah manusia.

Richard Willstatter maupun Dr Hans Fisher memperoleh hadiah Nobel atas penemuan mereka terhadap struktur klorofil dan struktur hemoglobin. (Surya Yuli P-91i)

Sumber : SUARA MERDEKA

Incoming search terms for the article:

Manfaat Klorofil

Manfaat Klorofil bagi Kesehatan

KLOROFIL pastilah bukan kata yang baru bagi Anda. Anda juga pastinya sudah tahu beberapa manfaat klorofil bagi kesehatan. Selama bertahun-tahun, ilmu pengetahuan alam dan penelitian ilmiah telah mengungkapkan berbagai manfaat klorofil bagi kesehatan. Apa klorofil sebenarnya, apa yang membuatnya begitu istimewa dan keuntungan apa yang bisa Anda dapatkan dari klorofil? Berikut uraiannya untuk Anda.

Apa itu klorofil?

Klorofil atau yang biasa dikenal dengan zat hijau daun, sama seperti namanya, merupakan kandungan yang menyebabkan warna hijau pada tanaman. Apa yang dilakukan klorofil? Klorofil ini akan menyerap energi dari matahari untuk memfasilitasi berlangsungnya proses fotosintesis pada tumbuhan. Klorofil ini sama seperti darah pada manusia. Zat ini sangat berperan dalam fungsi metabolisme seperti pertumbuhan dan respirasi tumbuhan.

Yang lebih menarik lagi, komposisi kimia klorofil hampir sama dengan komposisi darah manusia. Bedanya, atom sentral klorofil adalah magnesium sedang atom sentral manusia adalah besi. Hal ini, ditambah dengan pentingnya klorofil dalam proses metabolisme tumbuhan menarik perhatian ilmuwan untuk mencaritahu kemungkinan apakah klorofil bisa mendatangkan manfaat yang sama pula pada manusia. Hasilnya, banyak penelitian yang telah menemukan manfaat klorofil bagi kesehatan manusia.

Manfaat klorofil bagi kesehatan

Klorofil mengandung antioksidan, antiperadangan dan zat yang bersifat menyembuhkan luka. Kandungan ini bermanfaat bagi kesehatan. Berikut beberapa manfaat lain dari klorofil:

  • Klorofil berfungsi membantu pertumbuhan dan perbaikan jaringan.
  • Klorofil membantu menetralkan polusi yang kita hirup maupun yang kita dapatkan melalui asupan makanan. karena itu, klorofil merupakan suplemen yang sangat bagus bagi perokok.
  • Klorofil secara efisien melepaskan magnesium dan membantu darah membawa oksigen yang dibutuhkan ke semua sel di jaringan-jaringan tubuh.
  • Klorofil juga terbukti berfungsi mengasimilasikan kalsium dan mineral-mineral berat lainnya.
  • Klorofil potensial dalam menstimulus sel-sel darah merah untuk menyediakan suplai oksigen.
  • Bersama dengan vitamin lain seperti vitamin A, C, dan E, klorofil terbukti bisa membantu menetralkan radikal bebas yang merusak sel-sel yang sehat.
  • Klorofil juga berperan sebagai deodoran dalam mengurangi bau mulut, air seni, sisa pembuangan, serta bau badan.
  • Klorofil juga mengurangi kemampuan zat-zat karsinogen untuk mengikatkan diri pada DNA dalam organ-organ utama tubuh.
  • Klorofil bermanfaat dalam mengatasi gangguan akibat pembentukan batu kalsium oksalat.
  • Klorofil juga bisa digunakan untuk mengatasi infeksi luka secara alami.
  • Klorofil juga mengandung zat antimutasi dan antikarsinogen yang berfungsi melindungi tubuh melawan racun-racun serta mengurangi efek samping obat.

Sumber klorofil

Sumber klorofil yang paling nyata adalah sayuran hijau. Akan tetapi, lebih baik dikonsumsi dalam keadaan mentah. Proses pemanasan saat memasak merusak hampir semua kandungan klorofilnya. Atau, bisa juga menambah asupan klorofil dengan menggunakan suplemen. Klorofil banyak tersedia dalam bentuk ekstrak, cairan maupun tablet. Tidak masalah cair atau tablet, klorofil akan meningkatkan sistem kekebalan tubuh, menguatkan jaringan dan organ, serta memperbaiki kesehatan secara umum.

Sumber : http://www.mediaindonesia.com/mediahidupsehat/index.php/read/2009/06/07/1249/3/Manfaat-Klorofil-bagi-Kesehatan

Incoming search terms for the article:

Terapi Alternatif Diabetes : Klorofil + Spirulina + Garlic

Dr. Eddy J. Amir M.Sc menawarkan alternatif pengobatan penyakit diabetes lewat terapi klorofil + spirulina + garlic (terapi ini pernah dicoba pada penderita diabetes dengan kadar glukosa hingga 400. Dan selama 3 minggu terapi ketat, terjadi perubahan drastis)

Pagi

Makanan Kesehatan:

Liquid Chlorophyll : 1 sendok makan dilarutkan dalam satu gelas air.<br>Spirulina : 2 kapsul

Garlic : 1 kapsul

Juice : campuran (blender) dari :

Apel malang 1 buah

Pare 1 buah

Kacang panjang 4 buah

Siang

Makanan :

Nasi, tempe/tahu/ikan, sayuran(urap) —> pantangan makan : daging, makanan bersantan, minum/makanan manis, pisang, mangga, nangka, durian, goreng-gorengan

Makanan kesehatan :

Spirulina : 2 kapsul

Liquid Chlorophyll : 1 sendok makan dilarutkan dalam satu gelas air

Buah : Pepaya, belimbing

Malam

Makanan : makanan ringan = sayur-sayuran

Juice : apel, tomat, pare —> diblender

Makanan Kesehatan

Liquid Chlorophyll : 1 sendok makan dilarutkan dalam satu gelas air.

Spirulina : 2 kapsul

Garlic : 1 kapsul

Keterangan :

  • Terapi harus dilakukan dengan disiplin, dengan mengikuti pantangan-pantangan yg diberikan.
  • Makanan kesehatan (Liquid CHLOROPHYLL, Spirulina, Garlic) seluruhnya adalah produk herbal produksi Nature’s Sunshine Products)Sumber : http://pengobatan.wordpress.com
  • Incoming search terms for the article:

    Obat Kanker, Liquid Chlorophyll

    Klorofil Mengobati Kanker

    Sumber: Koran Tempo, Jum’at, 03 Februari 2006

    Peneliti Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga, yang merupakan ahli klorofil, menemukan potensi zat hijau daun untuk terapi kanker. Mendapatkan ITSF Award 2005.

    JAKARTA - Sudah 15 tahun ini Dr Leenawaty Limantara, MSc, memfokuskan riset mendasar dan terapannya pada bidang yang belum banyak diminati peneliti di Indonesia, klorofil. Bagi dosen Program Magister Biologi Fakultas Biologi Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Salatiga, ini, klorofil layaknya bintang film yang memiliki daya pikat luar biasa. Setiap informasi baru terkait dengan klorofil menjadi penyemangat baginya untuk menguak misteri di dalamnya.

    Karena intensifnya bergelut dengan klorofil, jadilah Leenawaty sebagai salah satu pakar klorofil dunia. Ia adalah murid pakar klorofil terapan dari Jerman, Hugo Scheer. Tak aneh kalau dari tangan Shinta–begitu Leenawaty kerap disapa–muncul hasil riset berkelas internasional, bahkan dua penemuannya merupakan yang pertama di dunia.

    Pantas pula jika Komisi Seleksi Indonesia Toray Science Foundation (ITSF) memilih proposalnya yang bertema “Chlorophyll the Golden Green: From Basic to Its Application” sebagai peraih ITSF Science and Technology Award 2005. Kemarin, ia menerima penghargaan itu–yang berbentuk dana penelitian sebesar Rp 60 juta.

    Shinta mengaku jatuh hati pada klorofil sejak menempuh pendidikan strata satu biologi di Fakultas Biologi UKSW pada 1985. “Awalnya saya tidak paham melihat formula reaksi fotosintesis. Tapi setelah dipikir, peran klorofil di situ sangatlah besar,” kata saudari kembar Inawaty Limantara ini.

    “Klorofil di alam tersedia dalam jumlah melimpah. Tuhan menciptakan seperti itu tentu ada tujuannya,” kata Shinta. “Seperti juga air yang melimpah. Tapi baru akhir-akhir ini saja gencar riset menguak potensi air sebagai bahan bakar ramah lingkungan. Saking melimpahnya sehingga diabaikan orang.”

    Berlatar pemikiran itulah, Shinta ingin menguak potensi klorofil sebagai photosensitizer–obat pemicu yang aktif oleh rangsangan cahaya–untuk terapi tumor dan kanker.

    Obat seperti itu bukan barang baru, karena telah diterapkan dalam terapi fotodinamika (photodynamic therapy) sejak 1997. Di Jepang, Jerman, dan Amerika Serikat, teknik ini sudah dipakai untuk menangani kanker, seperti kanker otak, paru-paru, dan mulut.

    Terapi fotodinamika menjadi alternatif yang lebih aman ketimbang terapi gelombang radio dan kemoterapi–yang kerap disertai efek samping, seperti kerontokan rambut dan rusaknya kulit. “Tak seperti kemoterapi yang butuh selang waktu antarpemberian, terapi fotodinamika dapat dilakukan lebih sering dalam kurun waktu tertentu,” kata Shinta.

    Klorofil yang dipilih Shinta dalam risetnya adalah yang terdapat secara alamiah di tubuh bakteri fotosintesis, diistilahkan sebagai bakterioklorofil. Ia menggunakan Rhodobacter sphaeroides. Alasannya, “Bakteri ini paling mudah.” Lagi pula, untuk kerja di skala industri, akan lebih mudah memelihara bakteri ketimbang tanaman. Efek lingkungan di tanaman juga lebih berpengaruh,” katanya.

    Yang menambah mudah lagi adalah penemuan bakteri Rhodobacter sp. yang bermutasi sehingga hanya memiliki klorofil tanpa karotenoid (carotenoid). Bakteri mutan itu dinamai R26 dan R26.1.

    Selain itu, bakterioklorofil mempunyai serapan maksimum yang cocok pada jendela terapi fotodinamika, yakni pada 750 nanometer atau inframerah (rata serapan klorofil 600-650 nanometer). Spektrum inframerah memiliki energi yang rendah tapi panjang gelombang yang panjang sehingga mudah menembus sel.

    “Ternyata klorofil ini berkumpul hanya di sel kanker sehingga bisa menjadi penanda tumor. Untuk mendeteksinya juga mudah, pasien yang telah diberi obat lalu dipindai. Bagian yang terdapat klorofilnya akan berpendar terang,” kata putri bungsu enam bersaudara bapak Indra Gunawan Limantara ini.

    Klorofil sebagai sensitizer, menurut Shinta, bukanlah obat kanker, melainkan sebagai pemicu spesies oksigen menjadi singlet oksigen yang sangat reaktif yang akan membunuh sel kanker.

    Untuk mengetahui mekanisme dan pola degradasi obat itu, misalnya apakah klorofil yang terdegradasi di dalam tubuh manusia menimbulkan efek samping, Shinta harus mengetahui berbagai tipe interaksi molekul serta struktur molekul dan elektronik bakterioklorofil dan produk turunannya. Di sinilah perlunya penelitian di tingkat in vitro.

    Shinta mengetahui, tahapan elektronik bakterioklorofil yang penting adalah tahapan dasar, radikal kation, dan tahapan tereksitasi. Selama ini penelitian di dunia selalu mentok pada tahapan tereksitasi. Soalnya, pada tahap ini masa hidup molekul sangat singkat, yakni pada tataran pikodetik (10-9 detik) sehingga sangat sulit mengukur molekulnya yang sangat labil meskipun dapat dihasilkan gambarnya.

    Namun, Shinta justru menemukan terobosan baru dan yang pertama dalam penelitiannya itu. Ia dapat membandingkan molekul-molekul dengan cara memberi label sehingga dapat mengetahui tingkah laku molekul pada tahapan tereksitasi.

    Di tingkat in vivo, ia menemukan dua terobosan tingkat dunia, yakni mengisolasi antena penangkap cahaya (light harvest complex) yang labil dari bakteri R26 dan R26.1. Penemuan itu dilaporkannya ke jurnal biokimia paling terpandang di dunia, Biochemistry, pada 1998.

    Terobosan kedua adalah penemuan bahwa dalam proses penangkapan cahaya itu terjadi pembentukan radikal kation di sistem antena penangkap cahaya. Ia juga menemukan fungsi foto proteksi dari karotenoid di antena penangkap cahaya.

    Liputan Media tentang Dr. Leenawati lainnya..

    1. Ratu Klorofil dari Salatiga, Majalah Tempo, 19 Februari 2006
    2. Kembangkan Riset Klorofil Dapatkan Hasil Obat Kanker, Suara Merdeka, Selasa 7 Februari 2006

    Incoming search terms for the article:

    Klorofil Dongkrak Stamina Tubuh

    Sudah lama klorofil atau zat hijau daun dipercaya berkhasiat bagi kesehatan tubuh. Berbagai penelitian masa kini mengungkapkan, mereka yang biasa mengosumsi makanan tinggi klorofil, kualitas kesehatannya jauh lebih baik. Benarkah?Klorofil adalah zat yang membuat tumbuhan berwarna hijau. Hasil fotosintesis klorofil akan mengubah energi matahari menjadi energi kimia, serta menghasilkan karbohidrat dan oksigen yang diperlukan oleh makhluk hidup untuk memperoleh tenaga atau kekuatan.Lalu, apa hubungan klorofil dengan tubuh manusia? Hemoglobin atau substansi darah pada manusia yang membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh jaringan dan sel-sel di seluruh tubuh adalah kunci utamanya.

    Dari struktur kimiawinya, klorofil dan hemoglobin sangat mirip. Perbedaan keduanya hanya satu atom, sehingga enzim yang ada dalam darah sangat mudah mengubah klorofil menjadi hemoglobin untuk mengatasi lemah, letih, lesu, kurang darah, dan sakit kepala.

    Dr. Ann Wigmore menyatakan bahwa kunci utama mempertahankan kesehatan adalah konsumsi makanan hijau, terutama sayur-sayuran. Peneliti dan penulis The Wheat Grass Book itu juga mengungkapkan, serat pengikat pada dinding sel klorofil mampu mengikat atom metal atau racun kimia sintetis (pestisida, obat-obatan, perasa makanan) di dinding sel tubuh, seperti cara kerja sabun mengangkat minyak yang ada di tangan waktu kita mencuci tangan.

    Anak-Anak Setengahnya

    Proses detoksifikasi (pengeluaran racun) inilah yang mampu meringankan kerja hati dalam membuang zat-zat kimia sintetis dari aliran darah. Selain itu, klorofil dapat membuang lendir dan kerak di dalam paru-paru, mineral dan kristal asam yang ada di dalam persendian, serta kolesterol dan lemak jenuh yang mengendap di arteri, si penyebab gangguan jantung.

    Lebih lanjut, kloforil mampu menjadi penguat dan penenang pikiran alami karena kadar asam nukleat dan asam amino pada klorofil dapat memenuhi kebutuhan otak akan protein, terutama neuropeptida (bagian otak yang mengolah pikiran dan emosi positif). Sebagai sumber energi, klorofil mampu mensintesis oksigen dan karbohidrat.

    Karena mudah diubah menjadi hemoglobin (struktur kimiawi keduanya identik), tentu akan membantu pembentukan sel-sel darah merah. Sebagai pendongkrak stamina atau daya tahan tubuh, klorofil mampu merangsang produksi sel-sel darah putih yang bertugas melawan serangan mikroorganisme penyakit dan memperkuat sistem kekebalan tubuh dengan pasokan zat antitumor, antikuman, dan antioksidan.

    Klorofil juga menghambat pertumbuhan bakteri, infeksi jamur, dan luka di saluran pencernaan. Zat antibakteri inilah yang mampu mengatasi bau mulut dan bau badan, serta mencegah kerusakan gigi maupun gusi.

    Tahun 1980, Dr. Chin Nan Lai dari University of Texas Medical Center, AS, melaporkan bahwa ekstrak wheat grass dan tanaman hijau sumber klorofil lainnya dapat menekan risiko kanker yang disebabkan zat-zat radiasi pemicu peningkatan pembelahan sel. Pemicu risiko kanker misalnya dari polutan.

    Karena memlliki beragam manfaat, tak heran klorofil potensial untuk terus dikembangkan sebagai pelengkap pengobatan kanker, jantung, AIDS, asma, diabetes, pneumonia, depresi, dan lepra. Selain itu, juga untuk kondisi-kondisi peradangan seperti artritis, jerawat, radang tenggorokan, radang pankreas, radang gusi, serta iritasi lambung maupun usus.

    Zat hijau daun atau klorofil ini sebenarnya cukup mudah dicari. Hampir semua sayuran berdaun hijau mengandung klorofil, seperti brokoli, kangkung, bayam, seledri, maupun selada. Namun, karena pola makan harian orang Indonesia minim serat dan zat hijau daun, tidak ada salahnya mencoba suplemen ekstrak klorofil yang saat ini banyak ditawarkan.

    Meski memberikan solusi, pemanfaatan suplemen tetap perlu perhatian khusus. Konsumsi sesuai petunjuk yang tertera dalam label, yakni sekitar 1 sendok teh sehari. Klorofil berbentuk tepung harus dilarutkan dulu dalam air, baru diminum.

    Bagi atlet, wanita hamil dan menyusui, penderita diabetes, penyakit lever, anemia, dan malanutrisi, konsumsi dosis tinggi tidak masalah. Sebaliknya, untuk anak-anak, harus kurang dari dosis yang tertera.

    Perlu juga diingat, meski relatif aman, penggunaan klorofil yang berlebihan (jika stamina sudah cukup fit) justru dapat menimbulkan rasa lesu atau lelah. Karena itu, disarankan untuk berkonsultasi lebih dulu dengan dokter ahli.

    Sumber: Senior

    Incoming search terms for the article:

    Klorofil : Si Emas Hijau - Detoksin Alami Yang Menyehatkan

    hnya.

    KLOROFIL : DETERGENT BAGIAN DALAM TUBUH MANUSIA

    Klorofil bermanfaat sebagai desinfektan dan antibiotik dalam perang dunia, sebelum morfin ditemukan. Sampai hari inipun masih digunakan untuk program pembersihan kotoran. Klorofil membersihkan jaringan-jaringan tubuh yang sakit dan membuang keluar dari tubuh, beserta bakteri dan parasit yang ada dalam jaringan yang sakit terbut. Klorofil mengeluarkan racun-racun kimia sintesis macam borak dan formalin. Kerjanya seperti memandikan bagian dalam tubuh kita. Molekul klorofil mempunyai ekor hydrophobic yang masuk ke dalam hidrokarbon dinding-dinding sel tubuh dan menarik keluar dari dinding sel tesebut, seperti sabun melepaskan minyak dari tangan kita. Golongan hidrokarbon adalah pestisida, narkotika, perasa makanan dan lain-lain yang dibuat di laboratorium dari bahan minyak bumi. Hati kita berfungsi membongkar sistesis kimia tesebut dan mengeluarkannya dari dalam aliran darah kita. Karena itu Klorofil membantu kerja hati kita, sehingga hati kita tak kerja terlalu berat.

    Penyuplai Energi
    Energi terbentuk dari rantai oksigen dan glukosa (polisakarida) yang ada dalam daun hijau yang segar. Daun layu (terutama akibat pengolahan/pemasakan) akan mengandung lebih banyak karbon monoksida ketimbang oksigen. Energi terbentuk dari tambahan sel-sel darah merah untuk membawa lebih banyak oksigen ke dalam sel-sel tubuh kita. Klorofil adaah pembuat sel-sel darah merah tercepat. Jumlah sel darah terhitung akan meningkat dalam jangka waktu singkat dengan mengkonsumsi klorofil. Hemoglobin adalah molekol dalam sel darah yang mengangkut oksigen, dimana struktur kimanya hampir mirip dengan klorofil. Hal inilah yang menyebabkan klorofil mudah dikonversi oleh enzim-enzim dalam tubuh menjadi hemoglobin.

    Makna Sistem Kekebalan
    Hama atau binatang kecil dengan mata bulat dan rahang bawah besar merayap memenuhi seluruh tubuh kita, bahkan juga bersarang di bulu mata kita. Semua kimpulan mahluk hidup bersel satu - virus, bakteri, ragi, parasit yang menyebabkan penyakit disebut kuman-kuman. Kuman tidak pernah menyerang sel yang sehat. Mereka hanya hidup dalam kebusukan dan memakan sel-sel yang sudah rusak dan mati. Secara fisik, virus tidak seimbang dengan sl sel tubuh manusia. Sel manusia beribu-ribu kali lebih besar dan kompleks daripada virus. Bagi virus untuk masuk dalam pertahanan sel, cukup dengan mencantol ke dalam DNA-nya dan membunuh sel dari dalam - seperti sebuah bola sepak melayang masuk melalui jendela bangunan pencakar langit dan membuat seluruh bangunan runtuh (analogi Dr. Deepak Chopra) Ketika virus, ragi dan bakteri menyerang sel-sel tubuh, hampir dapat dikatakan sepertinya sel-sel tubuh menyerah saja. Mengapa? Karena sel tubuh kita adalah :

    • Lemah dan membutuhkan nutrisi - karena kita makan makanan yang diproses mesin dan tidak makan sayuran segar
    • Tercekik lendir yang menutup membrannya - karena kita mengkonsumsi susu, keju dan makanan dari susu
    • Keracunan dari bahan-bahan kimia asing dan abu asam di dalam darah. Karena banyak makanan daging hewan.
    • Tak mampu membangun pekerja-pekerja dan peralatan untuk bekerja - karena kekurangan asam amino esensial dan asam-asam lemak, akibat tidak makan sayur-sayuran setiap hari.
    • Tak terlindungi oleh dinding sel, karena telah berlubang oleh radikal bebas akibat makan makanan yang digoreng, makanan yang menggunakan bahan-bahan kimia sitesis dan makanan yang diradiasi.

    Makan makanan yang berasal dari hewan memang memperlemah sistem kekebalan tubuh, karena mengandung molekul-molekul protein yang tak tercerna dalam jumlah banyak yang masuk dari usus ke dalam aliran darah kita, dimana darah putih akan menyerang mereka karena dianggap asing bagi tubuh.

    Sumber  : http://pengobatan.wordpress.com

    Incoming search terms for the article: